Rechercher dans ce blog

Rabu, 22 Januari 2020

Konflik Manusia dan Harimau Terjadi 23 Kali Selama 2019 - Republika Online

Konflik dengan harimau termasuk paling tinggi di antara satwa lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan mencatat frekuensi konflik harimau sumatera dan manusia terjadi sebanyak 23 kali selama 2019. Konflik tersebut termasuk paling tinggi di antara satwa lainnya.

Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan konflik tersebut juga mengakibatkan lima orang di tiga wilayah meninggal dunia pada rentang November-Desember 2019. "Frekuensi konflik antara manusia dan harimau ini agak tidak biasa, sebab pada 2017 dan 2018 tidak ada laporan konflik, tetapi pada 2019 naik drastis," ujar Genman, Kamis (23/1).

Menurutnya, secara umum ada empat spesies besar yang paling banyak berkonflik dengan manusia di wilayah kerja BKSDA Sumsel yang juga mencakupi Provinsi Bangka Belitung, yakni harimau, beruang, gajah, dan buaya.

Total frekuensi konflik keempatnya selama 2017-2019 tercatat 83 kali. Frekuensi tertinggi diduduki buaya, yakni 2 kali berkonflik pada 2017, lalu 14 kali pada 2018 dan 21 kali pada 2019. Total ada 37 kali konflik yang sebagian besar terjadi di Bangka Belitung dan sebagian kecil di Sumatra Selatan.

Paling tinggi kedua barulah harimau yang tercatat 23 kali berkonflik di Kabupaten Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin Empat Lawang, dan Kota Pagaralam dengan catatan pada 2017 serta 2018 frekuensi konflik tidak ada. Kemudian konflik dengan beruang tercatat 0 kali pada 2017, 1 kali pada 2018 dan 9 kali pada 2019, sehingga total ada 10 kali konflik yang umumnya terjadi di sekitar Bukit Barisan.

"Sementara untuk gajah sumatra tercatat 4 kali pada 2017, 3 kali pada 2018 dan 6 kali pada 2019, jadi totalnya 13 kali, umumnya terjadi di OKU Selatan, OKI dan Banyuasin," ujar Genman.

Konflik satwa dan manusia tersebut disebabkan degradasi kawasan hutan yang mengganggu habitat keempatnya seperti berkurangnya luas teritori hingga menipisnya sumber makanan akibat perburuan liar di dalam hutan lindung. "Berkali-kali kami imbau kepada masyarakat agar tetap menjaga keutuhan habitat satwa terutama di dalam hutan lindung, jangan lagi ada perambahan dan perburuan," ujar Genman.

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)



"terjadi" - Google Berita
January 23, 2020 at 09:15AM
https://ift.tt/38trZzR

Konflik Manusia dan Harimau Terjadi 23 Kali Selama 2019 - Republika Online
"terjadi" - Google Berita
https://ift.tt/2FocxIK
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search

Entri yang Diunggulkan

Long Overlooked, Caspian Sea Provides Strategic Trade Route for Iran - The New York Times

gamagana.blogspot.com [unable to retrieve full-text content] Long Overlooked, Caspian Sea Provides Strategic Trade Route for Iran    The Ne...

Postingan Populer